Yang Muda Yang Bercinta,Kisah Kontroversial yang rilis tahun 1977

Yang Muda Yang Bercinta,Kisah Kontroversial yang rilis tahun 1977teknobosku.com – di bawah matahari ini kami bertanya, tujuan saudara yang berarti untuk siapa? kamu berdiri di sisi yang mana?
Bersama Irzadi Mirwan, teman sekolah menengahnya di Bogor, Rizal Ramli masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1973. Dalam dua tahun pertama di ITB, bagian sekolah menengah ini jarang bertemu. Masing-masing punya bisnis, masing-masing punya kesibukan.

Tidak sampai perjalanan tahun ketiga mereka, keduanya melanjutkan pengalaman. Adi – – begitu teman-temannya memanggil Che Guevara – – mengajak Rizal naik motor keliling Jawa, Bali dan Madura. “Sejak itu pertanyaan yang terus-menerus menyiksa kita, kenapa masih banyak orang Indonesia yang malang,” gubahan Rizal Ramli dalam Adi: Sahabat Pejuang Tangguh Berjiwa Romantis- – Sebuah obituari mengenang “kembalinya” Irzadi Mirwan, 28 Februari 1981.

Temuan itu mereka diskusikan dalam perjalanan bersama teman-temannya di OSIS ITB. Tidak terkecuali dengan mahasiswa perorangan dari Bandung di luar ITB.

Yang Muda yang Bercinta

Mereka beralasan bahwa persoalan mendasar Indonesia adalah keterbelakangan instruktif. Saat itu ada 8 juta anak Indonesia usia sekolah yang tidak bisa belajar karena kesulitan keuangan. Tidak hanya dibahas. Hasil penelitian yang mereka susun. Terlebih lagi, buku Gerakan Anti-Kebodohan telah diterbitkan. “Saya menyusun presentasi dan bagian retorika dalam buku itu. Soal dan analisis, bagian Rizal Ramli.

Dia teknokratnya,” kata Abdul Rachim, Ketua Gerakan Anti-Kebodohan, Untuk kepentingan pelajar Indonesia, hal-hal yang tertuang dalam buku Gerakan Anti-Kebodohan hadir di mana-mana. Ke berbagai lembaga negara, termasuk kantor-kantor pusat kepemimpinan tiga partai politik yang ada; PPP, Golkar dan PDI. “Intinya pembangunan ini untuk memperjuangkan nasib 8 juta anak yang tidak bisa sekolah,” lanjut Abdul Rachim. Si Muda Yang Bercinta Otoritas publik tak bergeming. Gayung bahkan diundang oleh para artis. Seniman legendaris WS Rendra menggubah Puisi Lisong…

Film Kontroversial yang rilis tahun 1977

matahari terbit/matahari terbit/dan saya melihat 8.000.000 anak-anak tanpa/saya bertanya/tetapi pertanyaan saya menghantam meja listrik yang terhenti/dan papan tulis pendidik dengan jelas/8.000.000 anak-anak/menghadapi pengalaman yang sulit dan berlarut-larut Dan, Puisi Pertemuan Siswa … Individu mengatakan/kami bermaksud baik/dan kami siswa bertanya/apa maksud Anda/Anda berdiri di pihak mana/mengapa tujuan yang tulus dilakukan tetapi menyebabkan banyak petani kehilangan wilayah mereka.

Pengawas tipe Sjuman Djaya ikut serta. Dia menyuarakan detail Gerakan Anti-Kebodohan dalam film The Young Ones Who Loved. Rendra diatur menjadi orang yang paling fundamental. Dalam film pendek tersebut, Rendra mengulangi petisi di atas dengan artikulasi yang fantastis.

Sjuman Djaya tidak main-main dengan bukunya. Ia dijerat sederet bintang film papan atas seperti Yati Octavia, Nani Widjaya, Poppy Darsono, Rudi Salam dan Sukarno M. Noor berakting di film ini. Tapi apa boleh buat, film yang rilis tahun 1977 itu dilarang oleh pemerintah Orde Baru. Karena karya seninya seperti air di atas daun kela, jejak kaki film itu masih terukir. Hari ini, setelah beberapa tahun, Anda masih dapat menontonnya di youtube.

About Ibnu Vaiz

Hobi jalan-jalan, lebih suka menulis berita teknologi, gadget, dan ponsel pintar. Selalu semangat dalam melakukan sesuatu hehe :).

Check Also

Viral Chơi Team Building Bãi Biển Cửa lò

Xin chào các bạn trung thành, hẹn gặp lại quản trị viên, nhân dịp này quản trị viên sẽ đưa dữ liệu về Trending Play Team Building Bãi Biển Cửa Lò. Đối với những web đang tìm kiếm Địa điểm chơi Team Building Bãi biển Cửa Lò, bạn không cần phải lo lắng về vấn [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.